Kepada pengunjung gempar-online

Untuk melihat gempar-online dengan Kualitas terbaik, silahkan menggunakan Mozilla Firefox.

Minggu, 21 Juni 2009

berita

Hari Jumat tanggal 23 Januari 2009 sehabis Misa Pagi, Gempar melakukan Obrolan Pagi dengan Romo Simon, Pr, berikut ini adalah laporan cuplikan dari obrolan pagi tersebut:

G: “Pagi Romo, tidak terasa sudah satu tahun Romo ada di Paroki Veteran ini, Apa kesan pertama Romo dulu waktu masuk di Paroki Veteran pertama kali?”
RS: “Cemas dan takut.”
“Takut! Karena berita yang simpang siur tentang umat di Paroki Veteran, waktu itu banyak orang bilang orang Veteran banyak yang misa diluar Paroki Veteran.”
“Cemas! Karena apa bisa Kami maksudnya Saya dan Romo Greg membawa kembali umat untuk aktif di Parokinya sendiri (Veteran)”
G: “Apa kesan Romo sekarang setelah melewati satu tahun bersama umat di Paroki ini?”
RS: “Dalam realitasnya atau kenyataannya tidak seperti yang Kami bayangkan, memang ada beberapa orang yang tidak misa di gereja veteran tetapi tidak semua. Setelah setahun ini ada teman-teman yang kembali tapi masih ada yang belum kembali.”
G: “Apa yang menjadi prioritas utama Romo untuk Paroki ini (Visi dan Misi)?”
RS: “Di tahun pertama, Kami mau mengenal paroki ini dan anggota-anggotanya, mengembalikan orang-orang yang sudah lama tidak ke gereja dengan kunjungan umat pada setiap hari Rabu dan Kamis.”
G: “Setelah satu tahun berlalu ini, menurut Romo berapa persen kira-kira sudah tercapainya prioritas tersebut?”
RS: “80% keinginan itu tercapai artinya banyak umat kembali ke Veteran lagi dan bahwa masih ada yang belum kembali ke Veteran memang karena sejak awal mereka pergi misa di luar Veteran.”
G: “Menurut Romo bagaimana perkembangan umat Veteran sekarang ini?”
RS: “Dari sisi iman, masih perlu pendalaman iman.”
“Dari sisi keaktifan, umat Veteran hanya aktif kalau ada kegiatan, contohnya kalau Misa Natal gereja ramai (banyak umat yang ikut) tapi kalau Misa Harian sedikit saja, paling 50 orang, jadi cuma 0,003% saja.”
“Dari sisi Pastorsentris, masih ada mentalitas pastorsentris yang kuat, artinya semua ingin dilayani oleh Pastor, termasuk ibadat dan doa-doa yang sebenarnya bisa dilakukan oleh umat sendiri, misalnya doa makan pada waktu ada acara. Artinya umat belum mandiri dan masih perlu pembinaan.”
G: “Untuk tahun 2009 ini, apa yang perlu ditingkatkan dari umat Veteran, Romo?”
RS: “Menyadari mentalitas pastorsentris, mengenalkan Gereja adalah Kita atau Gereja bukan Pastor, melalui kegiatan bersama yang konkritnya dengan mengoptimalkan pelayanan ketua-ketua komunitas dan perangkatnya yaitu wakil, sekertaris, bendahara, dan lain-lain.”
G: “Apa Visi dan Misi Romo untuk tahun 2009 ini?”
RS: “Visinya meningkatkan persaudaraan umat.”
“Misinya kunjungan-kunjungan umat pada hari Rabu dan Kamis melalui ketua-ketua komunitas dan ketua-ketua wilayah sebagai ujung tombak paroki.”
“Mengoptimalkan pelayanan, membina, membekali mereka dengan retret dan rekoleksi, rekreasi, dan lain-lain.”
G: “Terima kasih Romo atas kesediaannya untuk ngobrol pagi bareng Gempar, semoga apa yang dicita-citakan pada tahun 2009 ini dapat tercapai semuanyaJ.”
RS: “Amin.”
Keterangan
G: Gempar; RS: Romo Simon

berita

Pembekalan Pendalaman Iman Masa APP 2009

Hari : Selasa, 17 Februari 2009
Tempat : Aula Lantai 2 Sasana Bhakti
Jam : 19.30 WITA
Dipimpin oleh : Rm Gregorius Sabinus, CP

Tujuan:
Memberikan arahan dalam membawakan Pendalaman Iman di tiap komunitas, agar Bahan Pendalaman dapat benar-benar bermanfaat membawa perubahan baru yang lebih baik dalam komunitas.

Tema:
Pemberdayaan Kesejahteraan Hidup “Pemberdayaan Hubungan Antar Umat Beriman”

Jumlah peserta : 28 orang

Pertemuan kali ini dibuka dengan doa oleh Bu Adriana kemudian Rm. Greg menjelaskan bahwa ada 3 kategori bahan pendalaman APP tahun 2009, yaitu:
1. Anak+balita dengan bahan diambil dari Keuskupan Surabaya
2. Remaja
3. Dewasa

Pembahasan kali ini hanya untuk bahan kategori dewasa. Sedangkan untuk anak dan remaja diserahkan kepada Tim Pembawa yaitu Ibu Siti dkk.

Adapun arah dari Pendalaman APP tahun 2009 adalah :
1. Mengajak seluruh komunitas gerejawi untuk berefleksi tentang keberadaannya di tengah masyarakat dan mulai membangun relasi antar umat beriman (dengan agama lain).
2. Komunitas diharapkan mampu memberikan pengetahuan kepada masyarakat disekitarnya dan mampu mengembangkan dialog budaya untuk menata kehidupan yang lebih serasi.
3. Komunitas gerejawi diajak serta untuk dapat secara berkesinambungan membangun persaudaraan dengan umat beragama lain sehungga memungkinkan untuk mengembangkan kerjasama yang menyejahterakan.

Rm Greg juga memberitahukan bahwa gerakan untuk membangun relasi dengan umat beragama sudah dilaksanakan oleh Uskup Banjarmasin. Uskup beserta komisinya telah membangun relasi dengan mengunjungi instansi-instansi pemerintah, Kapolda, Majelis Ulama Indonesia serta mengadakan dialog dengan pimpinan umat beragama yang lainnya.

Rm Greg juga menjelaskan bahwa gerakan ini sedah ada sejak jemaat perdana dan ditegaskan kembali sejak konsili Vatikan II. Pertemuan diakhiri jam 22.00 ditutup dengan doa oleh Bp Agus Wandira dan berkat oleh Rm Greg. (Bee).

Rabu, 10 Juni 2009

sharing

Kawin Campur : Pengalaman & Harapanku

Di akhir suatu Misa Minggu sore, pengumuman dari Romo Simon tentang rencana penyuluhan bagi anak-anak Sekami atau Komka mengenai berteman (baca: pacar) beda iman. Menurut saya ini adalah sebuah wacana yang baik sekali & sangat perhatian bagi perkembangan bahkan masa depan para generasi penerus. Walaupun belum tahu apa format yang akan disampaikan, tentu saja tidak ada unsur fanatisme yang menjadi tujuan akhirnya.

Karena sebagai umat Katolik kita paham pentingnya toleransi, di mana ini juga menunjukkan kepada sesama, bahwa iman Katolik tercermin (salah satunya) dengan sikap toleransi yang terpelihara dengan baik. Namun dalam sebuah relasi, sebaiknya anak-anak kita sejak dini diberi pengertian bagaimana memandang mutu hidup dalam membina sebuah keluarga yang berbeda iman atau seiman. Karena cara pandang atau prinsip yang tertanam dengan nilai-nilai suatu ajaran iman itu berbeda satu dengan yang lain, dan terkadang berlawanan, meskipun ada juga persamaannya. Masalahnya, jangan hanya berpegang pada kesamaan yang ada saja, tapi pertimbangkan yang berbeda dan berlawanan itu. Sebab walau ada sebuah komitmen dengan meterai sekalipun untuk tidak mempermasalahkan perbedaan, suatu saat cepat atau lambat pasti terjadi juga gesekan-gesekan ringan sampai berat, dan sudah tentu menimbulkan ketegangan relasi dalam keluarga.

Saya menyampaikan ini semua kepada saudara-saudara, karena pengalaman saya sebagai salah satu pasangan beda iman (gereja). Hikmah yang saya peroleh : jika sedih akan terasa sangat sedih, dan jika bahagia akan terasa menjadi bahagia yang tidak sempurna. Banyak peluang untuk kecewa, cemas, sampai batin terluka.

Dewasa ini kesimpulan yang berkembang dari masa ke masa oleh berbagai pihak tentang maraknya perceraian yang dihadapi keluarga-keluarga antara lain berhubungan dengan masalah : ekonomi, KDRT, seksual, beda iman, dll. Kesemua masalah di atas tentu tidak berdiri sendiri, tetapi saling berhubungan, dan malahan bisa dikatakan itulah "racikan bumbu penyedap perceraian". Sementara iman Katolik tidak mengajarkan perceraian (bdk: Mrk. 10 : 9). Namun kenyataan hidup berumahtangga sering kali dihadapkan ke arah sebaliknya. Bukankan itu menjadi dilema? Kemanakah mencari pertolongan, masih adakah yang peduli, dan sejauh manakah? Betapa sedihnya, akhirnya banyak yang meninggalkan gereja. Lihatlah wajah Gereja kita yang tercermin melalui gereja-gereja kecil seperti itu. Jadi, bagaimana kita ikut serta dalam rencana Keselamatan Allah seperti tersurat dalam Injil? Baik sekali sekarang ada beberapa pertolongan bagi keluarga-keluarga, seperti ME, & Retret Tulang Rusuk, dll. Alangkah baiknya lagi, pertolongan itu diperoleh sebelum sebuah komitmen dikukuhkan dalam perkawinan. Perlu kita sadari bahwa perkawinan beda iman ada beberapa faktor pemicunya, di antaranya kurangnya pengetahuan agama, pendalaman iman, peran penting keluarga & gereja. Memang kita akui iman lebih utama dari sekedar tahu agama saja. Tetapi dalam mempertanggung-jawabkan iman ada kalanya pengetahuan agama juga dibutuhkan sekali untuk memperkuat iman itu sendiri. Misalnya sejarah Gereja, terbitnya Alkitab, perjalanan Gereja yang menjadi banyak aliran, aturan-aturan gereja untuk tatanan hidup umat, dll.

Jadi, jika kita menemukan hal-hal yang tidak kita pahami tentang masalah-masalah tersebut, mungkin sekali di antara kita akan ragu tentang agama yang dipeluk, bahkan menggoyahkan iman. Semoga tidak terjadi. Harapan saya, semua pihak, baik kaum remaja, para orang tua, pembina iman juga para pemimpin Gereja, sama-sama berusaha dengan penuh tanggung jawab untuk menciptakan keluarga damai sejahtera yang sejati, sehingga mampu menghasilkan generasi penerus yang bermutu dan handal jiwa-raga bagi keselamatan umat manusia. (seorang ibu via email)

opini umat

PERANAN ROH KUDUS DALAM GEREJA

Oleh : Frans Soares

Dalam kehidupan Gereja Perdana, Roh Kudus awalnya adalah suatu realitas yang dialami, baru kemudian menjadi suatu doktrin. Karena Kehidupan para murid Yesus yang perdana ini penuh Roh Kudus seperti Petrus seorang nelayan yang sangat sederhana, ternyata mampu menghadapi sidang para tokoh Sanhedrin, karena ”Ia penuh dengan Roh Kudus” (Kis.4:8).

Para Murid Yesus bergaul dengan Roh Kudus sangat akrab dan Roh inilah yang selalu berkomunikasi dengan mereka. Dalam Kis.10:19 tertulis :Ketika Petrus sedang berpikir tentang penglihatan itu, berkatalah Roh : Ada dua orang mencari Engkau”. Demikian pula Filipus hidup dalam kemesraan Roh yang membimbing langkah-langkahnya : “Lalu kata Roh kepada Filipus : Pergilah ke situ dekatlah kereta itu” (Kis.8:29). Pada saat para murid sedang berkumpul, Roh Kudus memberi instruksi untuk tugas misioner: ”Pada suatu hari ketika beribadah kepada Tuhan dan berpuasa, berkatalah Roh Kudus : Khususkanlah Barnabas dan Saulus bagi Ku untuk tugas yang telah Kutentukan bagi mereka. “(Kis.13:12)

Sesungguhnya Roh Kudus memainkan peranan yang amat penting dalam seluruh bidang hidup dan aktivitas orang Kristen. Kehadiran Roh Kudus menyebabkan orang mengenal dan mengalami, bahwa Yesus itu sungguh hidup dan bahwa Dia adalah Tuhan:” Tak seorangpun yang dapat mengaku: Yesus adalah Tuhan, selain oleh Roh Kudus.” (1 Kor.12:3)

Realitas dan kehadiran Roh Kudus itu mereka hayati sesuai janji Tuhan Yesus sendiri yang diberikan-Nya sewaktu Ia masih diantara mereka, bahwa Ia akan mengutus Roh Kudus untuk menyertai mereka sampai selama-lamanya. Roh itu akan diam di dalam diri mereka (Bdk Yoh.14:16-17) kemudian Roh itu “ akan menginsyafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman.” (Yoh.16:8)

Pentingnya peranan Roh Kudus ini telah disadari dan diwartakan oleh Gereja dewasa ini melalui Konsili dan pimpinan tertinggi Gereja. Konsili Vatikan II antara lain dalam Lumen Gentium telah menegaskan hal itu: “Kristus adalah Kepala Gereja dan Penyelamat Tubuh” (Ef.5:32). Ia telah mencintainya dan Ia telah diserahkan demi Gereja untuk menguduskannya (Ef.5:25-27) dan setelah Ia menyelesaikan pekerjaan yang ditugaskan oleh Bapa kepadaNya di dunia, maka pada hari Pentakosta diutusNya Roh Kudus untuk menguduskan Gereja terus menerus dan untuk memberikan kepada orang-orang beriman jalan kepada Bapa melalui Kristus dalam satu Roh (Bdk.Ef.2:18)…….Oleh kuasa Injil Ia (Roh Kudus) membuat “Gereja terus tumbuh, memperbaharuinya terus-menerus, serta membimbingnya kepada persatuan yang sempurna dengan Mempelainya.” (LG.4).

Realitas pengalaman Roh Kudus bukan monopoli Gereja Perdana, tetapi juga masih berlaku sampai dewasa ini. Justru melalui Roh Kuduslah, Roh kehidupan, Bapa menghidupkan semua yang mati karena dosa. Ia tinggal dalam Gereja dan dalam hati orang-orang beriman, bagaikan dalam suatu kenisah. Ia membimbing dalam seluruh kebenaran, Ia mempersatukan, memperkaya dan memerintah berkat pelbagai karunia-karunia hierarkis dan karismatis.” (LG. no. 4).

Redemptoris Missio (R.M) no. 21 mengatakan: Roh Kudus sungguh merupakan pelaku utama dari seluruh tugas perutusan Gereja. Karya Roh Kudus sangat menonjol dalam tugas perutusan kepada para bangsa, sebagaimana dapat dilihat dengan jelas dalam Gereja Perdana. Roh berkarya dalam orang-orang yang mendengarkan mereka. “Melalui karyaNya, kabar baik terbentuk dalam budi dan hati manusia dan berkembang sepanjang sejarah. Dalam semua ini Roh Kuduslah yang memberi kehidupan.”

Dalam Ensilik Evangelli Nuntiandi (E.N) no. 75 : Evangelisasi tidak akan pernah mungkin tanpa tindakan Roh Kudus. ”Sebagaimana yang dialami Yesus” baru sesudah datangnya Roh Kudus pada hari Pentakosta para Rasul berangkat ke semua penjuru dunia untuk memulai karya besar Evangelisasi Gereja.” Dalam “hiburan Roh Kuduslah” Gereja berkembang (Kis.9:31). Roh Kudus merupakan jiwa Gereja. Dialah yang menjelaskan pada kaum beriman arti yang dalam dari ajaran Yesus dan misteriNya. Roh Kuduslah yang dewasa ini, sama seperti pada permulaan Gereja, bertindak di dalam setiap pewarta Injil yang membiarkan dirinya dikuasai dan dipimpin olehNya.

informasi

Ada apa dengan Malaria?
Agus Wijaya

1. Mengapa Malaria menjadi perhatian dalam rangkuman salah satu misi hasil Muskerpas 2008 Keuskupan Banjarmasin?
• Karena adanya masukan-masukan dari pastoral di daerah-daerah akan banyaknya kasus Malaria yang dilaporkan umat setempat.
• Karena Malaria sangat mematikan.
• Fakta dunia mencatat bahwa lebih dari 40% penduduk dunia tinggal di daerah rawan infeksi Malaria, termasuk Kalimantan Selatan.
• Terjadi kematian anak setiap 30 detik di dunia.
• Lebih dari sejuta manusia meninggal dunia setiap tahunnya, terbanyak anak-anak, remaja dan wanita hamil dan terbanyak di kawasan Afrika.
• Kasus Malaria klinis di dunia terdeteksi kira-kira 300-500 juta kasus setiap tahunnya.
• Malaria menyebabkan kerugian ekonomi sekurangnya 12 Milyard Dollar di Afrika setiap tahunnya dan kehilangan petumbuhan ekonomi hingga 1.3% setiap tahunnya. Bagaimana di Indonesia khususnya Kalimantan Selatan?

2. Apa penyebab Malaria?
Malaria disebabkan oleh parasit dari genus Plasmodium. Terdapat lebih 100 spesies Plasmodium. Mereka menjadi penyebab Malaria baik di hewan, burung dan manusia. Hanya empat spesies Plasmodium yang biasanya menjadi penyebab Malaria di manusia. Setiap spesies memberikan gambaran dan gejala yang berbeda. Satu atau lebih spesies terdapat di satu daerah dan dapat meng-infeksi satu orang yang sama secara bersamaan.

3. Apa saja keempat spesies Plasmodium yang menyerang manusia ini?
a. Plasmodium falciparum, yang sering menjadi penyebab kematian terbanyak di Afrika. Perkembangan infeksi dapat mendadak dan menimbulkan komplikasi yang mematikan. Dengan tindakan yang cepat dan terapi yang efektif dapat disembuhkan.
b. Plasmodium vivax, menimbulkan gejala yang tidak terlalu parah. Terjadi sering di daerah tropis, dapat timbul berulang-ulang sejak infeksi awal hingga 3 tahunan.
c. Plasmodium malariae, dapat bertahan di aliran darah dalam waktu yang lama, bahkan berpuluh-puluh tahun tanpa menimbulkan gejala. Permasalahan adalah pesakitan menjadi sumber infeksi melalui tarnsfusi darahnya atau gigitan nyamuk. Plasmodium ini masih ada di Afrika, sudah tidak ditemukan di daerah tropis lainnya.
d. Plasmodium ovale, jarang ditemukan, dapat timbul berulang-ulang dan umumnya terjadi di Afrika Barat.

4. Bagaimana cara penularan parasit Malaria?
Parasit Malaria ditularkan melalui gigitan nyamuk genus Anopheles betina yang sudah terinfeksi parasit di dalam tubuhnya; atau melalui transfusi darah atau penggunaan jarum suntik yang tidak steril, terinfeksi parasit Malaria; atau bayi baru lahir dari ibu yang terinfeksi parasit Malaria
5. Apa saja gejala-gejala yang ditimbulkannya?
a. Gejala utamanya pertama adalah kedinginan (chill) diikuti demam/panas (fever) dan kemudian berkeringat (sweating).
b. Selain ketiga gejala utama di atas disertai pula sakit kepala, lelah, nyeri otot, kadang-kadang mual, muntah dan diare.
c. Gejala-gejala ini pertama muncul setelah 10-16 hari dari gigitan nyamuk terinfeksi bahkan ada yang setahun kemudian, dan ini dikarenakan pecahnya sel-sel darah merah. Semakin banyak sel-sel darah merah yang terinfeksi maka pecahnya juga semakin banyak. Peristiwa ini dapat berlangsung tiap 2 hari untuk Plasmodium vivax dan Plasmodium ovale; dan setiap 3 hari untuk Plasmodium malariae. Untuk Plasmodium falciparum gejala dirasakan setiap hari, yang ini sangat ganas karena menyerang setiap tahap perkembangan sel-sel darah merah, dengan mikroskopis banyaknya level parasit dalam darah. Plasmodium vivax hanya menyerang sel-sel darah merah yang muda sehingga tampilan mikroskopis parasitnya tidak sebanyak seperti Plasmodium falciparum. Plasmodium vivax dan Plasmodium ovale dapat terjadi berulang (relaps)
6. Bagaimana kemungkinan mengetahui bila seseorang itu menderita Malaria?
a. Setiap petugas kesehatan wajib mencurigai seseorang menderita Malaria apabila penderita mengalami tiga gejala utama Malaria seperti tersebut diatas.
b. Apabila penderita berasal dari atau pernah kunjungan dari daerah yang endemis Malaria (daerah Negara berkembang, tropic, subtropics dan warmer regions of the world, hutan dlsb)
c. Kepastian diagnosis Malaria dapat ditegakkan setelah ditemukannya sejumlah parasit/plasmodium secara mikroskopis dalam darah penderita.
7. Bagaimana terapi Malaria?
a. Terapi diberikan sesuai dengan jenis parasit apa yang telah meng-infeksi penderita. Obat Malaria bermacam jenis tergantung dari jenis Plasmodiumnya (ingat ada 4 jenis Plasmodium).
b. Jenis obat apa yang cocok sebaiknya dikonsultasikan ke dokter yang berkompeten.
8. Bila saya telah menderita Malaria, apakah berarti saya seumur hidup akan mengalami Malaria?
Tidak, tidak seharusnya demikian, Malaria dapat disembuhkan dan parasit Malaria (Plasmodium) dapat dibersihkan sama sekali dari tubuh kita. Tetapi Malaria dapat berulang timbul (relaps) apabila tidak tertangani secara baik, dalam arti diberikan obat anti Malaria yang tidak sesuai dengan jenis parasitnya; atau bila parasitnya sudah kebal terhadap obat anti Malaria; atau obat anti Malarianya sudah tepat tetapi dosis yang diberikan kurang tepat; atau waktu terapinya tidak sesuai anjuran.
9. Apa usaha pencegahan yang dapat dilakukan agar terhindar dari Malaria?
a. Pertama tentunya jangan sampai tubuh kita digigit nyamuk dengan cara antara lain menggunakan cairan usap anti nyamuk, tidur memakai kelambu, menggunakan lengan panjang dan celana panjang, menyemprot anti nyamuk di ruangan, memasang kasa kawat/plastik pada ventilasi ruangan, dll.
b. Bila akan mengunjungi daerah yang endemis Malaria sebaiknya mengkonsumsi obat Malaria tertentu sebelum, sepanjang dan setelah kunjungan ke daerah endemis Malaria.
c. Makan obat anti Malaria segera dalam tempo 24 jam bila mengalami gejala utama Malaria, dimana kita tidak akan menjumpai dokter atau sarana kesehatan dalam kurang dari 24jam. Oleh karenanya bagi pelancong perlu kiranya mempelajari dan memahami situasi penyakit yang sering terjadi di tempat yang akan dikunjunginya, walau untuk sehari menginap.
d. Tetap berperilaku hidup bersih dan sehat termasuk di dalamnya menjaga lingkungan bersih, lingkungan yang tidak memungkinkan jentik atau nyamuk berkembang biak.
10. Tidak adakah vaksin untuk Malaria?
Sampai saat ini belum ada vaksin yang aman dan efektif untuk Malaria, walau penelitian tentang ini sedang dilakukan.
11. Apa maksud Tuhan menciptakan nyamuk yang rata-rata mereka penyebab penyakit menular?
“It is an awkward question”. Apakah agar umat manusia diajak agar berpikir terus mengembangkan ilmu pengetahuan tentang penyakit dan pernyamukan? Apakah agar rantai makanan tidak terputus? Bayangkan bagaimana jadinya bila nyamuk dimusnahkan? Para cicak akan protes karena jatah jenis makanannya berkurang dan apa jadinya bila mereka suka menggigit manusia? Wah maka bekas gigitannya akan lebih banyak dan lebih besar dari gigitan seekor nyamuk. Maaf jawaban kali ini tidak ilmiah tapi boleh dikatakan logis. Jadi keberadaan nyamuk di habitatnya tidak dapat kita hindari tetapi setidaknya habitat mereka kita halangi bergabung dengan habitat kita alias daerah pemukiman manusia; atau manusia sebaiknya mengalah dengan cara menjauhi habitat mereka! “Sorry, no other way out”.

Sabtu, 18 April 2009

komka corner

Halo semua…. Setelah beberapa minggu rubrik komka corner nggak muncul-muncul, dalam edisi ini, kita kembali lagi dengan berita-berita yang tentunya bakalan menggemparkan para pembaca sekalian… kali ini kita mau memberikan berita-berita tentang kegiatan kami selama bulan Februari kemarin, termasuk kesibukan kami dalam memeriahkan ulang tahun komka, tahun baru Imlek dan Cap Go Meh. Yuk kita lihat bersama-sama….

A. Bakti Sosial ke Panti Asuhan Bakti Luhur

Pada tanggal 8 Februari 2009, kami bersama-sama melakukan kunjungan sosial menuju Panti Asuhan Bakti Luhur di mana kegiatan kami merupakan wujud solidaritas kita terhadap anak-anak yang kurang beruntung, dan juga dalam memeriahkan pesta pelindung komka kami, St Don Bosco. Tepat jam 11.00 kami berangkat dengan mobil pickup. Sesampainya di sana, kami disambut oleh suster, Romo Katijan, dan juga beberapa anak yang sangat antusias menunggu kedatangan kami. Di sana, kami bercanda bersama, bermain bersama, dan masih banyak hal lain yang kami lakukan. Namun, kami dapat merasakan suasana kebersamaan antara kami sebagai senior dan anak-anak sebagai junior kami. Beberapa saat kemudian, kami memainkan atraksi barongsai yang ternyata mampu membuat mereka semua menjadi terhibur oleh permainan kami. Setelah itu kami diajak oleh suster untuk santap siang bersama-sama. Setelah santap siang, tibalah saatnya kami untuk kembali ke rumah kami (Gereja Veteran). Sebelum meninggalkan panti asuhan, kami berpamitan dan mengucapkan terima kasih kepada suster dan anak-anak yang berada di tempat itu. Terima kasih semuanya…..

B. Rapat Kerja Tahunan Komka 2009

Pada tanggal 1 Februari 2009 kami melakukan Raker tahunan komka, dimana tujuan raker ini untuk membuat komka St Don Bosco semakin maju dan menjadi berkat untuk sesamanya. Rapat dimulai pukul 11.00 dan dihadiri oleh Bpk.Benny selaku Pembina Komka dan seluruh anggota komka. Dalam rapat itu kami membicarakan apa saja yang dapat kami lakukan agar kedepannya, komka St Don Bosco lebih maju dan berkembang. Tentunya kegiatan-kegiatan yang akan kami rencanakan diharapkan mendapat dukungan dari pastor paroki dan seluruh umat, aga komka St Don Bosco juga dapat menjadi salah satu barometer bagi kelompok organisasi yang ada di paroki veteran ini. Doain ya……

C. Pertunjukan barongsai Komka.
Dalam Memeriahkan Tahun Baru Imlek dan perayaan Cap Go Meh selama 6 hari dari tanggal 24-26 Januari 2009 dilanjutkan tanggal 8-10 Februari 2009, Barongsai Komka St Don Bosco mengadakan barongsai keliling ke rumah umat yang merayakan Tahun Baru Imlek dan Cap Go Meh.
Minggu, tanggal 25 Januari 2009 pukul 09.30. Setelah misa imlek, rombongan group barongsai Komka dilepas dan diberkati oleh Romo Simon, Group Barongsai Komka membawa 3 buah barongsai, dua berwarna merah, dan satunya berwarna putih-hijau.
Selama 3 hari itu, kami bermain dari rumah ke rumah, tidak peduli panas terik matahari dan hujan yang ikut menemani perjuangan kami selama 6 hari itu, tidak membuat kami kelelahan. Justru semuanya itu membuat kami semakin bersemangat dalam menunjukkan atraksi terbaik kami untuk mencari dana dan menghibur masyarakat setempat.
Akhirnya pada perayaan Cap Go Meh yang menandai berakhirnya rangkaian kegiatan imlek, di malam penutupan, tepatnya di jalan veteran (dekat tempekong dan hoops), rombongan barongsai Komka St Don Bosco, Veteran bertemu dengan Barongsai Komka Santa Maria, Kelayan dibawah komando Tommy Ribuan dan teman-temannya. Kami pun memainkan beberapa atraksi kami yang membuat semua orang yang menonton merasa terhibur dan terpukau. Akhirnya, tidak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 24.00, kamipun harus mengakhiri atraksi kami, karena beberapa teman kami ada yang esok harinya harus sekolah. Sebelum kami kembali kerumah, kami menyempatkan diri berfoto bersama barongsai komka kelayan. Dalam kegiatan itu, kami dapat merasakan suasana kebersamaan antar komka paroki, dimana seharusnya kita pun sebagai anak-anak muda jangan sampai tercerai berai. Justru kita harus menunjukkan jati diri kita sebagai murid Kristus yang mampu untuk saling mengasihi antar sesama.

Itulah sekilas kegiatan-kegiatan kami selama bulan Februari dalam memeriahkan Tahun baru Imlek, Cap Go Meh, dan ulang tahun komka. Mudahan pada Bulan Maret nanti, kami dapat melakukan kegiatan yang tidak kalah seru nya. Dan menutup tulisan dari rubrik ini, kami dari Komka St Don Bosco mengucapkan terima kasih kepada Romo Simon, Romo Greg, Bpk.Benny, para donatur, dan seluruh umat di Paroki Veteran yang ikut mensukseskan kegiatan kami, semoga amal baik kita sekalian mendapat upah yang berlimpah dalam kehidupan kita, Amin….. See You Guys……(ark)

komka corner

TANYA JAWAB GEMPAR DENGAN TIM BARONGSAI – VETERAN

Hari Raya Imlek tahun 2009 jatuh pada hari Senin tanggal 26 Januari. Pada hari tersebut Komka St Don Bosco – Veteran mengadakan acara Barongsai keliling ke rumah-rumah umat, yang dimulai pada tengah hari dari Gereja Hati Yesus Yang Maha Kudus – Veteran. Teman-teman Komka St Don Bosco berjumlah kurang lebih 20 orang, dengan menggunakan kaos berwarna merah yang bertuliskan Barongsai – Veteran, mereka berkeliling ke rumah-rumah umat bersama dengan Romo Simon dan Bapak Benny ( Ketua Bidang Paroki – Veteran ).

Berikut petikan wawancara singkat Gempar bersama Sdr. Rudini yang adalah Ketua Komka St. Don Bosco – Veteran, yang juga turut serta keliling.

Gempar : “Hai... maaf, dengan saudara Rudini yaJ?”

Rudini : “Ya, Saya Rudini”

Gempar : “Sebentar... J, mau tanya lagi nih... J, katanya acara ini untuk menggalang dana, bisa

informasi sedikit... dana untuk apa ya?”

Rudini : “Rencananya... dana ini Kami kumpulkan untuk kegiatan tahunan kami, contohnya yaitu

retret ada kegiatan acara camping rohani Komka, lalu mungkin juga kami usahakan untuk

mewujudkan impian kami yaitu mau beli sedikit tambahan untuk alat band kami yang

kurang. Kami juga ucapkan terima kasih kepada umat yang ikut membantu dan

berpartisipasi atas acara ini.”

Gempar : “Untuk acara ini, persiapan apa saja yang telah dilakukan oleh Komka?”

Rudini : “Persiapan... satu bulan yang lalu Kami sudah melakukan rapat serta perijinan, mohon

kepada Romo serta Ketua Bidang dari Paroki Veteran sendiri yaitu Om Benny, dan kami

sudah juga mempersiapkan contohnya latihan-latihan serta pengecekan apakah barongsai

yang kami bawa itu pantas untuk digunakan dan apakah itu sudah cukup memenuhi

standar”

Gempar : “Saudara Rudini sudah berapa kali main Barongsai?”

Rudini : “Ini untuk yang ke-3 kalinya. Kami harapkan untuk tahun-tahun berikutnya setelah generasi

kami, ada penerusnya supaya bisa tetap menjaga, melestarikan kegiatan acara ini, karena

ini merupakan acara yang cukup menarik bagi orang yang merayakannya begituJ

Gempar : “Suka dukanya selama main barongsai ini?”

Rudini : “Suka duka... mungkin ada keletihanlah dari kami, karena kami bekerja nonstop tanpa lelah

untuk... menuju cita-cita yang ingin kami capaiJ

Gempar : “Tapi banyak senangnya kan yaJ?”

Rudini : “Ya banyak senangnyaJ...karena banyak juga dari teman-teman yang ikut mendukung

KamiJ

Gempar : “Okay... terima kasih ya buat kesediannyaJ

Rudini : “Okay juga... sama-sama terima kasihJ

Dalam wawancara singkat Gempar dengan Bp. Benny, beliau mengatakan bahwa kegiatan barongsai keliling ini harus didukung karena kegiatan ini merupakan kegiatan positif dan dana yang terkumpul dapat menunjang kegiatan mereka. Pak Benny juga mengharapkan agar acara ini dapat terus berkelanjutan. Artinya harus ada yang meneruskan apabila terdapat pergantian kepengurusan nanti.
Seluruh anggota gempar dan gempar online,
Seluruh Umat Paroki Hati Yesus Yang Maha Kudus
mengucapkan

SELAMAT


kepada:

Yang Mulia Mgr. Petrus Boddeng Timang,Pr
untuk Ultah Imamat ke-35 tahun
13 Januari 1974 - 13 Januari 2009

dan

Yang Mulia Mgr. (Em.) Wilhelmus Demarteau, MSF
untuk Ulang Tahun ke-92
24 Januari 1917 - 24 Januari 2009
Panjang Umur dan Sehat Selalu

Doa dan Kasih kami untuk Bapa Uskup Berdua